Selamat datang di MailCantik.blogspot.com, terima kasih atas kunjunganya dan jangan sungkan untuk kembali lagi
,
Wednesday, January 26, 2005
iklas
Sehabis sholat subuh,segera kumenuju dapur ada sesuatu yang harus kupersiapkan tuk sarapan pagi ini. Satu hal yang paling tak kusukai adalah ketika melihat sisa-sisa makanan di meja makan. Tidak banyak memang, tapi bermacam-macam. Kalau kuhangatkan terkadang sayur-sayur itu sudah tak terasa enak lagi,apalagi aku tinggal sendiri,terkadang jadi kurang berselera sambil mencuci bekas piring-piring yang menumpuk, tiba-tiba pikiranku melayang ke masa kecilku.

Dulu hampir setiap hari ibu juga memiliki sisa makanan. Tapi seingatku beliau tidak pernah membuang semua makanan itu. Selalu beliau sisihkan makanan-makanan yang masih enak untuk dimakan. Dan pagi hari saat ada peminta-minta datang, ibu mengundangnya masuk dan menawarkannya. Terkadang juga ditambah dengan lauk yang ibu masak hari itu. Dan aku ingat betul, meski dengan hanya berlauk ala kadarnya, subhanAllah... raut muka mereka selalu cerah dan lahap menyantap hidangan itu. Tak henti-hentinya mereka mengucapkan terima kasih.

Saat itu seringkali aku berpikir, mengapa hanya dengan makanan masakan kemaren itu mereka begitu gembira dan lahap sekali memakannya. Padahal kalau aku… jangankan makanan kemaren, makanan yang baru dimasakpun susah untuk menggoda selera. Sampai terkadang ibu harus menasehatiku panjang-panjang. Ah…jadi ingat betapa bandelnya aku waktu itu.

Alhamdullillah kebandelan itu tak melekat lama setelah aku sering memperhatikan pelajaran hidup dari lingkunganku dan perantauanku.

Peristiwa yang sering juga kuingat, setiap kali ibu menyuruhku membeli tempe di rumah mbah Kurdi, beliau akan dengan fasih mengucapkan syukur dan mendo'akan kemurahan rezeki bagi keluarga kami. "Alhamdullillah, Gusti Allah andum rezeki leh... Mugo-mugo rezekinya ibu lan bapak ditambah-tambah, dadi mbah Kurdi kecipratan." (Alhamdullillah Gusti Allah membagi rezeki.Semoga ibu dan bapak rezekinya bertambah-tambah, sehingga mbah Kurdi juga kebagian).

Kata-katanya sangat sederhana, tapi selalu membikin hatiku terenyuh. Dan begitulah setiap saat ada orang datang membeli tempe produksinya, lisannya tulus mengucapkan syukur dan doa buat mereka. SubhanAllah..

Mengingat itu, tiba-tiba mataku berlinang. Betapa Allah menghadiahkan ucapan yang selalu indah bagi mereka yang sebenarnya mendapatkan ujian yang menurutku sangat berat. Ucapan syukur yang tulus, ucapan do'a yang ikhlas, yang seakan-akan mereka berada pada posisi yang sangat bahagia. Atau mereka memang orang-orang yang bahagia? Yang memang selalu merasa cukup atas apa yang Allah berikan pada mereka. Aku jadi ingat ucapan seorang ustad yang pernah aku dengar,kebahagiaan itu bila kita merasa ikhlas dan ridho dengan apa yang didapat dari Allah. Selama kita merasa cukup, maka akan selalu terasa bahagia. Tetapi bila kita tidak pernah merasa cukup dengan pemberian Allah, sebanyak apapun kekayaan atau keahlian kita, maka kita pasti tidak akan pernah merasa puas dan pasti tak akan pernah merasa bahagia.

Astagfirullah, bagaimana dengan aku? Apakah aku masih terlalu sering mengeluh merasa kurang cukup juga atas pemberian-Mu?Ya Allah, betapa malunya aku. Kalau saja mereka yang berpenghidupan seperti mereka-mereka itu selalu cukup atas pemberian-Mu, kenapa aku tidak?

Kuringkas makanan yang ada di meja,kupanaskan sebentar dan kubikin nasi goreng, alhamduliah enak juga ,mungkin karena lapar juga.

posted by kangmasanom @ 11:32 AM   |
About
Kangmasanom sekarang telah menjadiseorang ayah dan saat ini masih tinggal di Pnk

Mau chating dengan kangmasanom yach mau chatting ya kangmasanom
Acak-acak
Artikel Terbaru
Archives
Shoutbox

Holly Qur'an

Deteksi
Ada online

eXTReMe Tracker miniscu Center