Selamat datang di MailCantik.blogspot.com, terima kasih atas kunjunganya dan jangan sungkan untuk kembali lagi
,
Monday, August 09, 2004
mengeluh

: Ada orang yang mengeluh, kenapa ya kok saya dilahirkan sebagai anaknya orang miskin, sehingga sekarang saya miskin, saya tidak sekolah, saya tidak bisa merasakan fasilitas-fasilitas yang ada karena saya tidak cukup kaya untuk mendapatkannya. Ada yang mengeluh karena ia lahir sebagai anak cacat, atau buruk rupa, atau kekurangan-kekurangan lain sebagai manusia normal.

Ada juga orang yang sebenarnya memiliki banyak kelebihan dibanding orang lainnya, tetapi ia masih saja mengeluh, sedih, merasa tidak bahagia, karena ia memang memiliki harapan selangit dan tidak bisa mencapainya, sehingga ia terus disiksa oleh harapan yang tidak kunjung diraihnya itu.
Inilah orang yang tertipu, lalai, lena, terhijab dirinya dari rahasia Allah, tertutup pendangannya dari keadilan Allah, tidak bisa melihat keadilan Allah.

Keadilan Allah terletak pada dijadikannya dunia dengan segala peristiwa yang terjadi diatasnya sebagai realitas semu, tidak sejati. Realitas semu ini didesain sebagai ujian bagi manusia, untuk "ngetes" manusia. Maka segala yang ada, segala yang terjadi, hanyalah ujian belaka. Kondisi jasad kita, kekayaan, asesoris, status sosial, kehormatan, atribut, … adalah ujian.

Kaya atau miskin hakikatnya sama, sama-sama ujian. Perbedaannya hanya terletak pada bagaimana kita memberikan respon terhadap semua ujian itu. Dan uniknya dunia ini memang terletak pada keragaman keadaan manusia, setiap orang memiliki ujian-ujian masing-masing, sehingga kehidupan menjadi dinamis, tidak statis, tidak monoton, seni kehidupan yang merupakan kreasi Maha Tinggi dari Allah Yang Serba Maha. Ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang pejabat, ada yang rakyat, ada petani, nelayan, gelandangan, pengungsi, menteri, pengusaha, politikus, kyai, … tetapi hakikatnya semua sama, sama-sama sedang diuji dengan realitas-realitas masing-masing yang menyertai hidup manusia.

Sungguh, kemuliaan manusia tidak terdapat pada kekayaannya, kegagahannya, kemewahannya, "kebahagiaan"nya di dunia. Semua itu hanya ujian hidup. Semua itu bukan kesejatian. Kesejatian ada di akhirat sana, di hari akhir kelak, di saat dimana tidak ada pertolongan melainkan pertolongan Allah. Boleh jadi, ada orang yang hidup senang berlimpah kemewahan di dunia, kita sangka itu kemuliaan, padahal boleh jadi malah itu yang akan mengantarkan kita pada kehinaan di akhirat kelak karena kita lupa diri selama di dunia. Dan boleh jadi kita sangka seseorang itu miskin, hina di dunia, sengsara hidupnya, tetapi ia menjadi manusia mulia di sisi Allah, bahagia diakhirat kelak. Ia mulia, bukan karena kemewahan, bukan sebab kegagahan, tetapi karena ia lulus ujian selama di dunia

posted by kangmasanom @ 5:42 AM   |
About
Kangmasanom sekarang telah menjadiseorang ayah dan saat ini masih tinggal di Pnk

Mau chating dengan kangmasanom yach mau chatting ya kangmasanom
Acak-acak
Artikel Terbaru
Archives
Shoutbox

Holly Qur'an

Deteksi
Ada online

eXTReMe Tracker miniscu Center