Selamat datang di MailCantik.blogspot.com, terima kasih atas kunjunganya dan jangan sungkan untuk kembali lagi
,
Thursday, June 10, 2004
bersuluk
KerohaniaN..
Bersuluk dan ujian


Bersuluk adalah bangkit dari keterpurukan," katanya padaku bertahun-tahun yang lalu. Dan baru sekarang dapat kuraba sedikit makna kata-kata itu. Bangkit dari keterpurukan, adalah dari keterpurukan jiwa dan keterpurukan jasad. Keterpurukan ukhrawi, dan keterpurukan duniawi.

Bersuluk adalah berjuang. Mujahadah, mujahadah, mujahadah. Bukan untuk mengejar kemenangan. sebab menang atau kalah, adalah anugerah Tuhan. Berjuang menghadapi persoalan... berjuang menghadapi syahwat dan hawa nafsu yang tak mau ditundukkan... berjuang menghadapi tarikan dunia dan tipuan syetan.

Terus berjuang, jatuh bangun.. marah, menangis, ataupun murung. Bangkit, berdoa, berserah diri, dan hadapi... sampai Allah menurunkan anugerah-Nya.Jangan pikirkan menang atau kalah, berhasil atau gagal. Kita tidak tahu apa yang ada di depan, Allah menyimpannya. Sebagai hadiah.

Ketika Musa diperintahkan berjalan terkepung ke laut merah, apakah ia tahu lautan akan terbelah? Ketika Ibrahim diperintah menyembelih buah hatinya, apakah ia diberi tahu tentang seekor domba yang akan menggantikannya? Ketika Muhammad diperintahkan menghadapi seribu quraisy berkuda dan bersenjata lengkap, apakah ia diberi tahu tentang kemenangan?

Tidak!! Sesungguhnya mereka bertempur melawan ketakutan mereka sendiri. Melawan ketidakyakinan mereka sendiri, pesimisme mereka sendiri. Rasa ketakbergantungan pada Allah lah yang mereka perangi. Sampai muncul jeritan yang paling dalam dari jiwa mereka, sebuah rasa yang murni, kesadaran bahwa mereka tidak bisa apapun, tidak mampu apapun, tidak memiliki kepastian apapun, selain sebuah kefakiran dan sebuah harapan akan pertolongan Tuhannya. Inilah buahnya: "rasa fakir yang teramat sangat jika tidak sedang bersama Tuhannya." Kehilangan harta, adalah kehilangan keyakinan akan kemampuan diri, kehilangan apa yang biasa kita jadikan andalan, kehilangan thaghut yang kita jadikan gantungan... Kehilangan jiwa, kehilangan sahabat, teman dan keluarga.. kehilangan 'semangat' yang biasa kita jadikan andalan dan bahan bakar; karena bahan bakar yang kita pakai akan diganti. Kehilangan buah-buahan, kehilangan petunjuk, pengelihatan dan pemandangan.... tapi teruslah. Jangan berhenti...sabar,maju terus

Bersuluk, adalah melawan diri sendiri. Sebuah jihad akbar yang bahkan lebih berat dari perang Badar. Sebuah jalan, yang jika kita gugur ketika menempuhnya, kematiannya bahkan lebih mulia daripada mati di medan perang.

Lebih berat dari perang Badar: logically means kita --pasti-- kalah. Ini adalah one way trip, perjalan sekali jalan. Only one-way ticket. Sebuah ekpedisi di mana seharusnya tidak ada lagi yang memikirkan perjalanan pulang. Sebuah perjalanan menuju kematian. There is no going back.

Kita PASTI kalah. Pasti. Kecuali jika Allah menolong. Berharaplah supaya Dia menolong... berperilakulah supaya Allah Swt mau menolong.




posted by kangmasanom @ 2:10 AM   |
About
Kangmasanom sekarang telah menjadiseorang ayah dan saat ini masih tinggal di Pnk

Mau chating dengan kangmasanom yach mau chatting ya kangmasanom
Acak-acak
Artikel Terbaru
Archives
Shoutbox

Holly Qur'an

Deteksi
Ada online

eXTReMe Tracker miniscu Center